I know, I'm pathetic. .

Pecundang. Mungkin itu kata yang tepat buat aku dalam hal menulis blog, beberapa kali aku bilang buak kembali ngeblog, tapi nyatanya cuma jadi omongan sampah. Memang, cuti blogging bukan berarti aku cuti menulis, aku masih terus menulis cerita-cerita kecil sambil pelan-pelan nulis sebuah novel, yang sampe sejauh ini baru dapet 28 halaman (wish me luck!).
Sekolah juga sama. Hari-hari disekolah aku abisin buat baca novel ato tidur. ( Believe me, I brought five novels a day to school everyday). Selain itu, gak ada perkembangan menarik lainnya.
Ada lagi, setelah menimbang dan memikirkan baik-baik, akhirnya aku mengacuhkan keinginanku untuk masuk jurusan desain grafis, dan memantapkan hati untuk masuk ke fakultas Teknik Mesin. Sebuah pilihan yang menurutku terbaik, setelah mempertimbangkan faktor masa depan dan bakat.
Tidak punya bakat. Itu yang memantapkan hatiku buad gak jadi masuk Desain Grafis, karena aku memang tidak punya cukup bakat dan imajinasi untuk itu. Aku tidak mempunyai kualitas sebagi desainer yang mampu mengoptimalkan setiap rempah ide menjadi sebuah gambar. Aku yakin, keputusan ini yang terbaik.

Sekedar tambahan, album baru dari my beloved My Chemical Romance belum juga muncul, tapi ada beberapa candid photos update fresh from the studio dari mereka baru-baru ini,

Mr. G :



Mr. M :



The magician, Mr. B :



I just cant wait much longer to see you again, guys ! So get back soon, punk !

I'm back, folks !

Its been a long fucking time since the last time I wrote in this damn blog, but hell yeah, right now, Im back, kid !
Beberapa orang sempat tanya ke aku, “ Gilang, kenapa berhenti nulis blog?”. Sebenernya, gak ada jawaban yang cocok buad pertanyaan tadi. Aku vakum blogging bukan karena ada suatu alasan apapun, tapi aku sendiri yang mutusin buad “menghilang” sejenak dari aktivitas dunia maya , memberi semacam waktu kosong sambil mencari-cari banyak bahan pikiran, dan mendalami berbagai hal menarik lain. Sampe akhirnya malem ini, aku ngerasa udah waktunya buat aku buat kembali lagi ke dunia ini dan memulai aktivitas lamaku, menjadi blogger.
Ada banyak kejadian selama waktu-waktu “kekosongan” ini. Dari kejadian itu tadi aku mulai yakin bahwa perbedaan itu benar-benar ada, Rasa posesif dan rasa berhak memiliki tiap individu itu ada, rasa egoistisme dan paham satanisme itu ada, rasa takut mati dan kehidupan akhir itu ada , rasa untuk terus senang tapi juga takut Tuhan itu ada, kebenaran dari ramalan kuno dan prediksi akhir jaman itu ada, kehidupan ghaib dan makhluk mistis lainnya itu ada, rasa serakah dan takut kehilangan itu ada, rasa percaya Tuhan dan orang-orang yang enggan mengenal-Nya itu ada, perbedaan ideologi dan sudut pandang hidup itu ada.
Jadi, bisa dibilang waktu kosongku tadi udah ngasih aku sesuatu yang bisa dibilang sebagai suatu proses pendewasaan diri. Aku mulai mencoba menanggapi semua kejadian lewat semua sudut pandang dan berusaha tidak memihak manapun. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar ( benar atau salah pun sebenarnya hanya sekedar masalah perbedaan sudut pandang) Karena aku ingin menjadi manusia yang tidak terikat pada apapun, aku ingin mendobrak batas-batas norma dan aturan, aku ingin menjadi manusia bebas.


p.s. : Maaf kalo tulisan ini ngelantur dan gak berpola, udah lama gak nulis.

Where did they all go ?

Satu kata buad blog-blog anak SMAGA sekarang ini : SEPI. Intensitas menulis blogger SMAGA menurun drastis. Dikelas dua dulu, paling enggak bakal ada posting baru dalam 3-4 hari, tapi sekarang sampe berminggu-minggu belum ada yang baru, kalaupun ada, hanya sebatas quick update tentang kejadian hari ini, cepat dan hanya sekilas saja. Ironis.

Waktu, itu yang jadi masalah utama dari semua ini. Blogger SMAGA yang mayoritas anak kelas tiga terjebak dalam arus putaran waktu yang cepat dan padat. Pagi berangkat, lau setelah pulang sekolah sore, kita dengan cepat harus berpindah ke aktivitas lain (les, sibuk dalam suatu organisasi) hingga malam, kemudian dilanjutkan dengan belajar hingga larut. Aktivitas harian ini terus terulang dengan ritme teratur dan tempo yang singkat, tanpa ada jeda waktu untuk sekedar istirahat 1-2 jam.

Akibatnya, siswa tak hanya lelah secara fisik, tetapi juga mental. Setelah seharian berpacu dengan berbagai kegiatan tadi, kita tidak mungkin bisa kembali fresh hanya dengan duduk santai sambil minum kopi selama 10-15 menit. Dalam kondisi yang lelah seperti itu, tentu sebagian besar orang lebih memilih istirahat atau tidur berlama-lama daripada kembali menambah aktivitas dengan duduk didepan komputer lalu blogging.

Belum lagi jika ada ulangan atau tugas-tugas lain, pikiran kita benar-benar ditekan, terseret-seret oleh arus putaran waktu yang cepat dan penuh keterbatasan. Dan itu sangat amat melelahkan.

Tapi percayalah, blogger-blogger gak akan seutuhnya pergi. Karena kita bukan mati, hanya sebentar bersembunyi, dan akan kembali jika tepat saatnya nanti. .

Tanyaku.

Apa itu memang dirimu?
Yg selama ini ada dan tertawa denganku. .
Dan iya kah semua jawabmu?

Ataukah memang masih ada yang lain di hatimu?
yang erat memelukmu dan jauh kau sembunyikan dariku?
Adakah itu?


Terkadang, aku merasa tak mengenalmu..
Jauh tertinggal oleh mereka yang kau bilang bukan siapa-siapa..

Namun kau bercerita dengan mereka..
kau berbicara,tertawa, dan bercanda dengan mereka..

Bukan aku, mereka...



kau bilang bukan apa apa,
tapi kau selalu ada buad mereka,
menjawab tiap pertanyaan bodoh mereka dan mulai bertukar kata..
Dan terkadang, aku melihat cinta terselip diantaranya..

Bukan denganku, tapi mereka..


Lalu apa? Sekarang apa?
Apakah memang mereka, atau aku yang bukan siapa-siapa?

Brand new days. .

Sekolah itu melelahkan, kawan. Setelah bertaun-taun sekolah (sekitar 10 tahun lebih), aku mulai ngerasa jenuh tapi juga terpaksa buad terus memacu otak kana kali ini, aku uda kelas tiga. Sebuah masa dimana hari-hari dilewati dengan berat dan terbebani, dimana kita harus mengeluarkan kemampuan kita dalam satu ajang perebutan bangku kuliah nantinya. Semua ini, jadi ngingetin aku ke jaman dulu, waktu sekolah gak seberat ini.

Sekolah dasar. Waktu dimana kita belum mengenal beban. Riang dan penuh kesenangan. Hari-hari dilewati gitu aja dengan ceria, gak ada pikiran-pikiran yang mengikat. Kita bisa bermain bebas. Ceria. Gak ada pelajaran yang benar-benar memeras otak. Bebas.

Sekolah Menengah Pertama. Waktu dimana kita berada di pintu masuk dunia remaja. Mulai ada masalah-masalah kecil, yang terutama tentang pergaulan dan pencarian kesenangan yang terkesan norak. Berteriak dan bergerombol kesana-sini, mengikuti trend ini-itu dan meninggikan harga diri atau gengsi. Urusan sekolah masih belum menjadi masalah serius. Kita masih tersenyum.

Sekolah Menengah Atas. Disini semua mulai berubah. Persahabatan erat sama temen-temen kelas bikin waktu kerasa cepet banget. Masalah pun semakin berat, dalam hal pelajaran pun semakin sulit ketika otak ini mulai bosan dan ingin bebas. Disisi lain, pengalaman-pengalaman baru terus bertambah. Di SMA kita sering bermain-main dengan masalah, dan terkadang terkesan memberontak. Kita mulai dewasa, mulai berpikir tentang banyak hal dengan sendirinya. Waktu sama sekali gak kerasa di saat ini.

XII IPA 07. Kelas baru dengan wajah teman-teman baru, bisa dibilang jadi modal penting dalam ngejalanin satu taun yang pasti bakal berat ini. Sejauh ini, memang uda banyak tawa sama bercandaan yang selalu aja ada . Di sela-sela kebosanan, kesuntukkan, dan rasa beban yang ada sebagai anak kelas tiga, selingan tawa itu menjadi semacam pompa buad ngehidupin lagi mood kalo-kalo uda mulai ngerasa capek mental dan fisik.
Erian, Edo, Rina, Yudhis, Dio, Joko, Aji jadi lakon-lakon humor dikelas. Celethukan-celethukan mereka bikin kelas hidup, jadi gak kaku dan gak terikat sama beban “anak kelas tiga” yang memang pada awalnya kerasa banget. Guru-guruku juga bikin betah, meski ada juga waktu dimana aku jadi pingin diajar lagi sama guru lamaku yang galak setengah mati. Intinya, proses adaptasiku di tahun ajaran baru ini masih harus dan akan terus berkembang.

5 hari awalku ini di kelas tiga bakal jadi awal buad perjalananku setaun kedepan nanti. Semoga sama mereka aku bisa jalanin semuanya dengan baik, untuk nantinya tersimpan menjadi satu album foto penuh kenangan, dan segenggam memori dan cerita tentang sebuah catatan akhir sekolah.

(p.s. : tadi aku ke rumah Rina buad tugas kelompok. Disana aku makan kacang tanah mentah, AND ITS SUCK ! rasanya kayak pisang yang masih ijo.)

Jatuh Cinta (Bagi Kita) itu Biasa saja

Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap


(Untuk sebuah rasa kasih sayang yang semoga,semoga,semoga, GA PERNAH AKAN ADA HABISNYA. .)

Breaking Holiday

Uda lebih dari seminggu aku meninggalkan Semarang buad berlibur. Ada banyak kejadian dan penuh kesibukan sampe2 aku gak dapet waktu buad ngeblog. Jakarta, masih tetep sama. Mewah tapi culas, but I love it anyway.
Sekarang aku lagi di Bandung. Nyalain laptop bentar sebelum nanti mau menjelajah Bandung buad nyari MCR stuff. It's gonna be a hard day's night ! Well, Bandung is a nice city with a nice weather.Everything seems so cool and easy in this town. And by the way, I think I had too much starbuck's coffe in these recent day, its so damn good !
Aku rencana bakal nyampe Semarang senin malem, besok pagi aku mau ke ITB (just like a said in the earlier post), trus siangnya ke god inc. buad cari tas ato jaket ato apalah.
So, catch you up later guys !

  © This fucking template customized by Gilang Kharisma Rahman 2009

Pride of an MCRmy